7 Jenis Atap Rumah Paling Bagus Serta Model [+ Tips Perawatan]

Ketika hendak membangun sebuah hunian, memilih jenis atap rumah menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan.

Tak hanya memengaruhi suhu dan kondisi rumah, atap juga berpengaruh terhadap tampilan rumah secara keseluruhan.

Setiap atap rumah memiliki sifat masing-masing. Jangan sampai kondisi rumah menjadi lebih panas atau terlalu lembap karena Anda salah memilih atap.

Tak hanya tepat memilih jenisnya, Anda juga perlu mengetahui cara perawatan yang baik untuk tipe atap rumah yang dipilih.

Fungsi Penting dari Atap Rumah

Fungsi Penting dari Atap Rumah

Apa fungsi penting dari atap rumah? Jika diibaratkan, atap rumah seperti sebuah helm yang melindungi kepala Anda saat mengendarai sepeda motor.

Itulah sebabnya, sangat penting bagi Anda untuk menentukan jenis atap rumah yang kuat sehingga dapat melindungi isi rumah.

Selain itu, atap rumah memiliki fungsi sebagai penahan radiasi dan panas berlebih yang akan masuk ke dalam rumah.

Melindungi dari hujan dan menghambat adanya gerakan angin yang membawa debu juga menjadi fungsi utama dari sebuah atap rumah.

Dalam memilih atap rumah, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari jenis, bentuk, hingga ukuran atap.

Belakangan ini, sudah banyak sekali jenis atap yang bisa ditemui dengan sifat yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengenal jenis-jenis atap beserta sifatnya masing-masing untuk disesuaikan dengan iklim dan kondisi rumah Anda.

Jenis Atap Rumah dan Cara Perawatannya

Ada banyak material yang digunakan untuk membuat atap rumah. Tentunya, jenis material ini juga memengaruhi sifat dan cara perawatan atap tersebut.

1. Genting Tanah Liat

Jenis Atap Rumah Genting

Jenis atap yang satu ini paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Tidak jauh berbeda dengan bata merah, genting ini terbuat dari tanah liat yang dicetak.

Setelah tercetak, genting dijemur di bawah sinar matahari panas untuk selanjutnya dibakar.

Proses pembuatan genting ini memang masih sangat tradisional, tetapi kekuatannya terhadap cuaca di Indonesia tidak perlu diragukan lagi.

Bahkan, rumah dengan menggunakan genting tanah liat ini cenderung lebih sejuk karena atap dapat menahan sinar matahari.

Jika Anda ingin menghemat anggaran, genting tanah liat juga bisa menjadi pilihan. Harga dari genting tanah liat ini lebih terjangkau dan lebih tahan lama.

Perawatan untuk jenis atap yang satu ini juga terbilang cukup mudah. Anda hanya perlu membersihkan kotoran dengan menggunakan air bersih.

Lalu, hindari adanya ranting yang menjuntai ke atas atap rumah karena sewaktu-waktu bisa menimpa genting rumah Anda hingga pecah.

Yang tak kalah penting, rutinlah melakukan pemeriksaan dan mengganti genting yang sudah lapuk dengan yang baru.

Untuk membuatnya lebih tahan lama, Anda bisa mengecat ulang dan melapisinya dengan pelapis antibocor.

2. Asbes

Jenis Atap Rumah Asbes

Jenis atap rumah kedua yang paling banyak digunakan adalah asbes. Atap rumah yang satu ini memiliki ciri khusus, yaitu memiliki gelombang pada bagian permukaannya.

Asbes memiliki bobot yang ringan sehingga sangat mudah dan cepat dalam pemasangannya.

Meskipun demikian, beberapa orang menghindari penggunaan asbes sebagai atap rumah karena sifatnya yang menyimpan dan menyerap panas.

Salah satu trik agar rumah Anda tidak panas meskipun menggunakan asbes adalah dengan menambahkan material tripleks di bawah asbes.

Tripleks akan mampu menahan panas yang diserap oleh asbes dan membuat langit-langit menjadi tampak lebih rapi.

Untuk perawatannya, Anda harus rutin melakukan pengecekan apakah ada lembaran asbes yang pecah. Jika ada, segeralah ganti atap yang pecah dengan yang baru.

Caranya, bukalah paku atau sekrup yang mengikat dan lepaskan lembaran yang rusak secara perlahan.

Selipkan lembar asbes yang baru dan jangan lupa kaitkan dengan kuat dengan menggunakan paku atau sekrup.

Perhatikan juga ketika Anda melakukan pengecekan. Hindari menginjak bagian asbes karena akan berisiko pecah. Untuk itu, berpijaklah pada kaso pada saat melakukan pengecekan.

3. Seng

Jenis Atap Rumah Seng

Meskipun sekilas sama, seng dan galvalum adalah dua material yang berbeda.

Seng hanya mempunyai lapisan tunggal, sedangkan galvalum memiliki beberapa lapisan yang merupakan campuran dari beberapa material.

Sama halnya dengan perbandingan harga lantai marmer dengan keramik biasa, kedua jenis atap ini juga memiliki harga yang berbeda.

Seng biasanya digunakan untuk bangunan-bangunan besar yang memiliki konstruksi murah dan sederhana.

Tak mengherankan jika seng saat ini sangat lazim digunakan sebagai atap pabrik. Adapun untuk atap rumah, saat ini seng lebih banyak diminati untuk membuat atap kanopi.

Bahannya yang sangat ringan dan mudah penyok membuat banyak orang tidak menggunakannya sebagai atap rumah secara menyeluruh.

Sangat direkomendasikan untuk melakukan pengecatan minimal setiap 4 tahun sekali agar seng tetap awet.

Selain itu, cek selalu pengikat yang digunakan, khususnya pada bagian karet karena dapat mengakibatkan kebocoran jika terlepas atau kendur.

Untuk menghindari kebocoran, Anda juga bisa mengecat permukaan yang terpapar sinar matahari dan melapisinya dengan bahan antibocor.

4. Polikarbonat

Jenis Atap Rumah Polikarbonat

Jika Anda ingin memiliki ruang yang lebih terbuka tetapi anggaran terbatas, polikarbonat bisa menjadi solusi.

Polikarbonat memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan atap kaca. Jenis atap rumah yang satu ini sangat cocok digunakan pada beberapa sisi rumah sebagai pelengkap.

Tak hanya murah, polikarbonat memiliki material yang kuat terhadap cuaca dan suhu tinggi.

Bahannya juga ringan sehingga akan lebih mudah disesuaikan dengan ukuran dan konstruksi bangunan rumah Anda.

Namun, pemasangannya harus sangat hati-hati. Polikarbonat akan lebih mudah bocor jika salah dalam pemasangannya. Bahan ini juga sangat rentan dengan goresan beda tajam.

Sebagai perawatan rutin, Anda bisa menyiram dan membilas atap polikarbonat dengan menggunakan air bersih.

Anda juga bisa mencampurkan sabun cair dengan air hangat untuk membersihkan setiap lembarannya dari noda.

Jika terdapat debu yang menempel, Anda bisa menggunakan spons atau kain lembut.

Hindari penggunaan alat tajam atau sikat ketika membersihkan permukaan jenis atap ini karena akan berisiko tergores.

5. Galvalum

Jenis Atap Rumah Galvalum

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, galvalum terdiri dari beberapa material.

Sesuai namanya, galvalum terdiri dari galvanis dan aluminium yang ketika dicampurkan menghasilkan baja berkualitas tinggi.

Galvalum bersifat tipis dan ringan, tetapi bebas rayap. Dengan demikian, perawatannya pun sangat mudah dan tidak memakan banyak biaya.

Namun, belum banyak yang familier dengan cara pemasangannya sehingga biaya pemasangan galvalum sebagai atap cenderung lebih mahal.

Selain itu, galvalum sebaiknya dihindari jika Anda sedang mencari atap yang tidak panas. Material ini lebih tepat digunakan untuk daerah-daerah yang memiliki curah hujan tinggi.

Untuk perawatannya, pastikan tidak ada daun-daun kering, potongan logam, atau sampah lainnya.

Selain itu, cuci bagian rangka atap yang tidak terkena hujan setiap satu tahun sekali untuk menghilangkan bahan-bahan yang berkemungkinan merusak lapisan galvalum.

6. Kaca

Jenis Atap Rumah Kaca

Bagi Anda yang berencana memiliki sebuah ruangan dengan skylight, maka atap kaca menjadi pilihan yang sangat bagus.

Atap kaca ini cenderung menurunkan polusi suara dan menghemat energi. Bahkan dengan atap kaca, Anda bisa mendapatkan ventilasi udara yang lebih baik.

Area yang direkomendasikan untuk dipasangi atap kaca adalah bagian lorong masuk rumah, ruang keluarga, dan juga kamar tidur.

Sama halnya dengan harga pasang keramik per meter, biaya pemasangan atap kaca juga terbilang cukup mahal, apalagi jika konstruksi yang Anda pilih sangat rumit.

Bahkan untuk perawatannya sendiri membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan jenis atap lainnya.

Untuk membersihkan permukaan kaca secara manual, Anda bisa menggunakan lap yang diletakkan di gagang sapu.

Jika terdapat jamur, Anda bisa membersihkannya dengan cara menggosok permukaan yang terkena jamur dengan ampelas. Lakukan secara perlahan agar kaca tidak rusak.

Jika noda benar-benar tidak dapat dihilangkan, Anda perlu mengecatnya. Namun, pastikan bahwa atap kaca sudah benar- benar bersih sebelum dicat.

7. PVC/Spandek

Jenis Atap Rumah PVC

Jenis atap rumah berikutnya yang bisa Anda pilih adalah PVC.

Tidak hanya tersedia dalam warna transparan, PVC kini juga hadir dengan warna semi transparan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan rumah Anda.

Jenis atap ini sangat tepat bagi Anda yang butuh pencahayaan alami, tetapi dalam persentase yang rendah.

Bahannya yang lentur membuat atap jenis ini lebih mudah untuk diaplikasikan. Adapun perawatannya tidak jauh berbeda dengan atap polikarbonat.

Selalu pastikan tidak ada bagian yang rusak. Jika ada, segeralah menggantinya untuk menghindari perluasan kerusakan agar tidak terjadi kebocoran.

Penting juga diingat untuk menghindari penggunaan alat yang tajam pada saat membersihkan permukaannya.

Pilihan Jenis Atap Rumah yang Cocok untuk Daerah Tropis

Pilihan Jenis Atap Rumah yang Cocok untuk Daerah Tropis

Dari ketujuh jenis atap, mana yang paling direkomendasikan untuk daerah tropis? Anda bisa memilih sesuai kebutuhan dan juga sifat dari setiap atap rumah.

Mengingat iklim Indonesia cenderung lebih panas, Anda bisa memilih genting tanah liat sebagai atap rumah yang nyaman.

Bahannya yang kuat dan tidak menyerap panas akan membuat rumah tetap sejuk, meskipun saat musim panas tiba.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan asbes dengan tambahan tripleks untuk menahan resapan panas secara langsung.

Model Atap Rumah Terkini untuk Referensi Anda

Konsep rumah memiliki perkembangan dan tren masing-masing. Begitu pun dengan atap rumah. Berikut adalah 2 model atap rumah terkini yang bisa menjadi inspirasi untuk rumah Anda.

1. Atap Rumah Miring Minimalis

Atap Rumah Miring Minimalis

Tren terbaru untuk rumah masa kini memiliki atap miring ke belakang. Selain mempermudah air mengalir, pemasangan atap model ini juga jauh lebih cepat.

Atap model miring minimalis ini juga perlu diselaraskan dengan warna fasad.

Pemilihan warna fasad memang menjadi poin utama untuk mendapatkan kombinasi desain rumah minimalis 2 lantai yang sesuai dengan atap miring.

2. Kanopi Minimalis Transparan

Kanopi Minimalis Transparan

Model atap terkini lainnya adalah kanopi minimalis transparan.

Dengan menggunakan kanopi transparan, rumah Anda akan mendapatkan penerangan secara alami dan tentunya lebih hemat energi.

Cara Merawat Atap Rumah agar Tahan Lama

Cara Merawat Atap Rumah agar Tahan Lama

Meskipun setiap jenis atap membutuhkan cara perawatan yang berlainan, ada beberapa hal yang secara umum perlu diperhatikan agar atap rumah Anda lebih tahan lama.

Perawatan atap rumah ini terutama berkaitan dengan kebersihannya karena jika hal ini tidak diperhatikan, atap akan cepat rusak dan bocor.

Salah satu yang perlu diperhatikan ketika merawat atap rumah adalah rutin membersihkan talang air.

Penyebab utama dari kerusakan/kebocoran atap rumah adalah rusaknya cat bagian samping yang diakibatkan kotornya talang air.

Selain itu, hilangkan lumut yang mulai bermunculan di permukaan atap. Gunakan beberapa produk yang aman digunakan untuk menghilangkan lumut.

Jika terjadi kerusakan lebih lanjut untuk segala jenis atap rumah, segeralah untuk memperbaikinya supaya terhindar dari perluasan kerusakan yang mengakibatkan kebocoran.

Leave a Reply